Tuntung laut khazanah Sg. Setiu

Oleh WAN ZULKIFLI WAN YAACOB utusanterengganu@utusan.com.my

Penggunaan pukat salah satu ancaman yang menjejaskan populasi tuntung laut.

SETIU 24 Sept. – Sungai Setiu belum begitu banyak terusik atau berubah mengikut masa dan gambaran keadaan itu mungkin diperlahankan oleh ekosistem tanah lembab (bencah) yang tentunya tidak begitu memikat.

Mungkin bagi kebanyakan orang, tiada apa yang harus dipedulikan di situ, sekadar sungai yang menghilir lesu ke muara dan tiada banyak membawa makna dalam kehidupan masa kini.

Namun, itulah yang masih memberikan keunikannya dari sudut pandangan pencinta alam sekitar yang ingin melihat suasana itu berkekalan ketika pembangunan kian menjengah kiri dan kanan ekosistem air payaunya.

Mereka menyifatkannya sebagai mengapungkan ‘mangkuk emas’ Setiu yang juga dikaitkan dengan asal usul nama Kampung Mangkuk yang kononnya ada penduduk di pinggir sungai melihat mangkuk emas di permukaan air.

About akarimomar

Bukit Besar, Lorong Mok Pe, Jalan Wireless, Kuala Terengganu Ampang, Selangor SSPS1 1965-1969 SMSSKT 1970-1976 UPM 1977-1981 SIUC 1982-1984 UIS 1985-1987
This entry was posted in Alam sekitar & konservasi, Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s